RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PKN


Materi Pkn kelas XI tentang Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Guru   =  Agung Yulianto
Siswa  =  Dwi Hari Saputro
                Sholichin Dwi Prasetyo
                Wisnu Nur Bhaskoro
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran          : PKn
Kelas                            :  X (Gasal)
Pertemuan Ke           : 1 

·         Standar Kompetensi         :  1.  Memahami hakikat bangsa dan Negara  Kesatuan Republik     Indonesia (NKRI)
·         Kompetensi dasar             :  Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur- unsur terbentuknya negara
·         Alokasi Waktu                  : 2 x 35 menit 
·         Indikator                           :
a.  Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai  makhluk individu dan  makhluk   sosial
 b.  Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur  terbentuknya bangsa
 c.  Menguraikan  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara
·         Materi Pokok : Bangsa dan negara
 a. manusia sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial 
b. Pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
c. Pengertian Negara dan Unsur-unsur terbentuknya Negara
·         Pendekatan                       :  -    Dilihat dari proses (Siswa aktif)
-  Dilihat dari materi ( Contextual Teaching and  learning      (CTL)
·         Strategi                  : Pembelajaran dengan kerjasama kelompok (cooperatif learning)
·         Model                    : Think Pair and Share
Langkah-langkah
 A.   Kegiatan Awal (10’)
  1. Guru memberikan salam pembuka dan melakukan presensi kepada siswa.
  2. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran kepada siswa.
B. Kegiatan Inti  (45’)
1.      Guru menyampaikan materi kepada siswa.
2.      Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan materi, misalnya gambar peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945.
3.      Guru menyampaikan sebuah permasalahan yang menyangkut tentang bangsa dan Negara.
4.      Siswa diminta melakukan diskusi yang dipimpin oleh guru.
5.      Setiap siswa menyampaikan hasil diskusi siswa berupa pendapat.
6.      Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.
C.  Penutup (15’)
  1. Guru memberi kesimpulan tentang hasil diskusi dan proses pembelajaran.
  2.  Salam penutup







  • Sumber dan Media Belajar
  1. Sumber Belajar : (segala sumber yang dapat digunakan siswa agar terjadi perilaku belajar pesan, orang, bahan, alat, teknik/prosedur, dan latar) 
1.      Buku PKN SMA kelas X semester gasal
2.      Majalah, Koran, dan internet
3.      Buku-Buku Sumber yang Relevan
  1. Media Belajar: (segala sesuatu yang direncanakan dan digunakan untuk mengirim pesan kepada penerima pesan secara efektif shg memiliki daya retensi tinggi)
1.      Charta (sesuai analisis media yang telah dilakukan, maka ditentukan gambar peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945  beserta keterangannya )






 Jakarta, .................... 2010 
 Kepala sekolah                                                                        Guru Mata Pelajaran,    

..........................                                                                        ............................................








MATERI PEMBELAJARAN

Negara, Bangsa, dan Negara Bangsa

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial, maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang berbeda dengan bentuk organisasi lain, terutama karena hak negara untuk mencabut nyawa seseorang. Untuk dapat menjadi suatu negara maka harus ada rakyat, yaitu sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
Menurut Roger F. Soltau, negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.  Sedangkan menurut George Jellinek, negara ialah organisasi kekuasaan dari sekolompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.  Prof. Mr. Kranenburg juga berpendapat bahwa negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa.
Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama. Konsep bahwa semua manusia dibagi menjadi kelompok-kelompok bangsa ini merupakan salah satu doktrin paling berpengaruh dalam sejarah. Doktrin ini merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan awal dari ideologi nasionalisme.
Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan sehingga para pakar di bidang politik, sosiologi, dan antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa, dalam bahasa Indonesia, kita juga menggunakan istilah nasional, nasionalisme yang diturunkan dari kata asing “nation” yang bersinonim dengan kata bangsa. Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendefinisikan istilah bangsa secara objektif, tetapi fenomena kebangsaan tetap aktual hingga saat ini.  Bangsa dalam arti etnis dapat disamakan dengan bangsa dalam arti rasial atau keturunan. Dalam arti kultural, bangsa merupakan sekelompok manusia yang menganut kebudayaan yang sama. Dalam arti politis, bangsa merupakan kelompok manusia yang mendukung suatu organisasi kekuasaan yang disebut negara  tanpa menyelidiki asal-usul keturunannya.
Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila negara adalah organisasi kekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Di dunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara.  Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya  sebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun negara  memiliki ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Ciri khas yang dimiliki negara juga merupakan identitas dari negara yang bersangkutan. Identitas-identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa.
Negara bangsa ialah satu konsep atau bentuk kenegaraan yang memperoleh pengesahan politiknya dengan menjadi sebuah entitas berdaulat bagi bangsa menjadi sebagai sebuah unit wilayah yang berdaulat. “Negara” (atau negeri) adalah entitas politik dan geopolitik, manakala “bangsa” adalah entitas budaya dan/atau etnik. Istilah negara bangsa menandakan bahwa keduanya adalah sama, dan ini membedakannya dengan bentuk kenegaraan yang lain, yang telah ada sebelumnya. Pengertian negara bangsa ini menandakan bahwa rakyatnya bersatu untuk satu bahasa, budaya, dan nilai. Ciri-ciri ini bukan merupakan ciri-ciri negara yang telah ada sebelumnya. Sebuah dunia dengan negara-negara bangsa juga akan melaksanakan tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri dan otonomi bagi setiap bangsa, yang menjadi fokus utama paham nasionalisme.
Unsur Terbentuknya Bangsa:
Ø  HANS KOHN :
Kebanyakan bangsa terbentuk karena adanya faktor - obyektif        tertentu yang membedakan     dengan bangsa lain :


  • Kesamaan Keturunan
  • Wilayah
  • Bahasa
  • Adat Istiadat
  • Kesamaan Politik
  • Perasaan
  • Agama


Ø  FREDERIK HERTZ – JERMAN
Dalam buku Nationality In History    And Poltics . Ada 4 unsur yang berpengaruh dalam terbentuknya  suatu  negara :
1.      Keinginan untuk mencapai kesatuan Nasional.
2.      Keinginan untuk mencapai kemerdekaan Nasional bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing
3.      Keinginan akan kemandirian, Keunggulan, Indifidualitas, Keaslian atau Kekhasan - menjadi tinggi Bahasa Nasional
4.      Keinginan untuk menonjol diantara bangsa - bangsa dalam mengejar kehormatan pengaruh prestise

Unsur Terbentuknya Bangsa :
Ø  OOPENHEIMER & LAUTHER PACHT
            Negara harus memenuhi syarat :
·         Rakyat yang bersatu
·         Daerah – wilayah
·         Pemerintahan yang berdaulat
·         Pengakuan dari Negara lain         
Ø  KONVENSI MONTEVIDEO 1933
            Unsur - unsur berdirinya suatu  Negara :
·         Rakyat ( Penghuni )
·         Wilayah yang permanen
·         Penguasa yang berdaulat
·         Kesanggupan berhubungan dengan Negara
·         Pengakuan Deklaratif                                          

0 komentar: