Selasa, 20 Maret 2012

Tugas Komputer Lanjut


Nama               : Wisnu Nur Bhaskoro
Nim                 : K6409069

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Hal Mendeskripsikan Suprastruktur dan Infrastruktur Di Sistem Politik Indonesia

Pendahuluan
Dalam rangka pemanfaatan TIK sebagai media untuk menstimulasi pemikiran tentang cara memanfaatkan tekonologi komunikasi dan informasi dalam pendidikan untuk mendukung upaya mencapai tujuan pendidikan nasional, yang menekankan pengembangan kecerdasan komprehensif peserta didik kecerdasan kinestetik, emosional, spiritual, intelektual sehingga pendidikan dapat menjalankan fungsi untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa seperti telah diamanatkan dalam Pasal 3 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Mengingat bahwa pendidikan tidak terjadi di ruang kosong, melainkan dalam alam kehidupan nyata dengan segala aspeknya yang saling terkait, yang telah berkembang melalui lorong waktu, pembicaraan akan dimulai dengan menelusuri jejak sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan pengaruhnya pada peradaban manusia. Dari sejarah tersebut kita akan dapat mengambil manfaat dalam hal-hal yang positif, dan menghindari kesalahan yang sama agar kita tidak dikendalikan oleh teknologi tetapi justru mengendalikan pemanfaatan teknologi untuk hal-hal yang mulia dan mendidik. Selanjutnya, akan ditawarkan kerangka pikir pemanfaatan TIK dalam pendidikan dan prinsip-prinsip pemanfaatan TIK untuk mencapai hasil yang diinginkan, yaitu mempermudah pengembangan menyeluruh potensi peserta didik karakter dan kecerdasan intelektual.
Dalam pemanfaatan TIK untuk media pembelajaran jika dihubungkan sangatlah penting karena melalui TIK ini materi materi PKn terutama tentang sistem politik Indonesia bisa tersampaikan dengan maksimal

 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat kita ambil dari latar belakang diatas yaitu : Bagaimanakah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal mendeskripsikan suprastruktur dan infrastruktur di sistem politik Indonesia ?

Pembahasan
Dalam memanfaatkan TIK untuk tujuan pendidikan diperlukan kesadaran akan ciri-ciri abad ke-21 ini, yang akan membantu dalam penentuan langkah kependidikan yang tepat, termasuk dalam merancang pemanfaatan TIK,  untuk menjamin efektivitasnya. Abad ke-21 sedikitnya memiliki ciri-ciri berikut (Mulkeen dan Tetenbaum, 1987 dan 1986, dalam Lange, 1990):
·         berbasis pengetahuan, yang mensyaratkan dimilikinya kemampuan untuk membuat keputusan cerdas, berbasis rujukan pengetahuan, dan bijaksana;
·         peningkatan arus informasi, yang memerlukan kemampuan dan kepedulian untuk mengeleksinya;
·         perubahan cepat dan ketidaktetapan, yang memerlukan sikap fleksibel dan kemauan untuk selalu belajar (belajar sepanjang hayat);
·         peningkatan desentralisasi organisasi, institusi, dan sistem, yang semuanya memerlukan kemampuan dan kemauan untuk berkolaborasi dan berbagi keahlian dan perspektif;
·         berorientasi pada orang, yang memerlukan pengakuan akan pentingnya pemenuhan kebutuhan individu untuk penentuan nasib sendiri dan asupan dalam proses pembuatan keputusan untuk pengolahan eksperimentasi, inovasi, dan kewirausahaan perorangan; dan
·         pergeseran demografis mayor, yang memerlukan kebijaksanaan matang dalam menanganinya.
Selanjutnya, tujuan pendidikan nasional adalah ”berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3). Artinya, seluruh potensi peserta didik hendaknya dikembangkan, baik potensi kinestetik, potensi emosional, potensi estetik, potensi intelektual, dan potensi spiritual keagamaan sehingga tumbuh kembang menjadi menusia Indonesia seutuhnya dengan ciri-ciri tersebtu di atas. Jika tujuan ini sepenuhnya tercapai, maka watak atau karakter idaman peserta didik akan terbentuk sehingga terwujud dalam kiprahnya seperti tersebut di atas dan dengan demikian maka akan terwujudlah kehidupan bangsa yang cerdas, sebagai salah satu tujuan pendirian negara RI tercinta ini. Terkait dengan hal ini, telah diidentifikasi dua ciri kehidupan yang cerdas sebagai berikut:
1.      sarat oleh perilaku warga yang mengandung kebajikan/kemajuan bagi diri sendiri, masyaarakat, dan bangsa sebagai (a) amalan ajaran-ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila, dan (b) penerapan ipteks yang relevan; dan
2.      jauh dari perilaku destruktif/merugikan bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa (Suwarsih Madyaa, 2010).
Belajar dari sejarah yang diuraikan pada pembahasan ini, ada baiknya kita renungkan salah satu saran untuk tidak puas menjadi konsumen informasi berbasis TIK, melainkan menjadi produsen dan inovator dalam TIK sehingga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Selanjutnya, agar pamanfaatan TIK dalam pendidikan dapat benar-benar optimal dari segi dukungannya pada pelaksanaan fungsi dan tercapainya tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, kita perlu  mengoptimalkan keuntungannya dan meminimalkan dampak negatifnya sesuai dengan kualtias yang melekat pada  TIK terkait dan bidang garapan pendidikan, yaitu pembelajaran dan managemen.
Dalam kaitannya pemanfaatan TIK sebagai media penunjang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran PKn terutama dalam hal suprastruktur dan infrastruktur sistem politik Indonesia yaitu TIK ini digunakan dengan semaksimal mungkin untuk peningkatan kemampuan siswa seperti dalam TIK siswa diminta untuk mencari informasi tentang suprastruktur dan infrastruktur sistem politik Indonesia di internet, media cetak maupun di media elektronik. Setelah itu dalam TIK juga bisa dimanfaatkan untuk presentasi baik oleh guru maupun siswa melalui computer  dan lcd, contohnya dalam macam-macam sistem politik yang hendak diuraikan, siswa diminta untuk membuat presentasi perkelompok lalu didiskusikan bersama-sama di kelas yang di bantu oleh guru.
Dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran Pkn dalam hal sistem politik Indonesia ini duharapkan melahirkan organisasi sekolah yang sehat serta terciptanya daya saing sekolah. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang sangat pesat, hendaknya sekolah menyikapinya dengan seksama agar apa yang dicita-citakan dalam perubahan paradigma pendidikan dapat segera terwujud. Kecenderungan yang telah dikembangkan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran adalah program e-learning. Beragam istilah dan batasan telah dikemukakan oleh para ahli teknologi informasi dan pakar pendidikan. Secara sederhana pembelajaran TIK dapat difahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru/dosen) dan pembelajar (siswa/mahasiswa). Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah pada tingkat kesiapan peserta belajar, guru, infrastruktur sekolah, pembiayaan, efektifitas pembelajaran, sistem penyelenggaraan dan daya dukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK.

PENUTUP
Perkembangan teknologi komunikasi mulai dari yang sangat sederhana sampai yang tercanggih (TIK-internet) dengan dampak makin besar dalam mengubah kehidupan manusia. Pertama, literasi teknologi telah memfasilitasi penambahan dan pendalaman pengetahuan, yang pada gilirannya memfasilitasi penciptaan pengetahuan, yang selanjutnya lagi dapat mendorong terciptanya teknologi komunikasi baru.  Kedua, teknologi memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan ragam kehidupan manusia bersama kenikmatan yang ditimbulkannya, tetapi pada waktu yang sama budaya yang serba mudah dan instan cenderung mengikis nilai-nilai luhur kehidupan. Ketiga, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk memanfaatkan potensial TIK secara optimal sambil menyedikitkan dampak negatifnya. Dalam kaitannya dengan sistem politik Indonesia TIK diharapkan mampu sebagai media penunjang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA
Darmiyati Zuchdi dkk.(2009). Pendidikan Karakter: Grand Design dan Nilai-nilai Target. Yogyakarta: UNY Press.
Brown, D.H. (2007). Principles of Language Learning and Teaching. New York: Pearson-Longman.
http://yusti-arini.blogspot.com/2008/12/1-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan.html

0 komentar:

Posting Komentar